Dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), blower aerasi memegang peranan yang sangat vital. Blower berfungsi mengalirkan udara ke dalam kolam aerasi untuk memastikan bakteri aerob dapat menguraikan limbah organik secara optimal. Tanpa pasokan oksigen yang memadai, proses pengolahan limbah akan terganggu dan kualitas air hasil olahan tidak akan memenuhi standar baku mutu.
Namun, lingkungan IPAL yang keras dengan kelembaban tinggi, paparan gas korosif, dan partikel kontaminan membuat blower aerasi rentan mengalami kerusakan. Kerusakan blower tidak hanya mengganggu operasional IPAL, tetapi juga menimbulkan biaya perbaikan yang tinggi dan potensi pencemaran lingkungan akibat proses pengolahan yang terhenti.
Artikel ini akan membahas penyebab utama kerusakan blower aerasi di lingkungan IPAL serta strategi pencegahan yang efektif untuk menjaga performa blower tetap optimal dan memperpanjang umur pakainya.
(sumber : pexels.com)
Blower aerasi, khususnya roots blower, adalah jantung dari proses aerasi dalam sistem IPAL biologis. Proses aerasi bertujuan memasok oksigen terlarut ke dalam kolam atau tangki aerasi agar mikroorganisme aerob dapat menguraikan polutan organik dalam air limbah.
Roots blower bekerja dengan prinsip positive displacement, di mana dua rotor berbentuk lobus berputar berlawanan arah di dalam casing untuk menghasilkan aliran udara bertekanan konstan. Udara yang dihasilkan kemudian dialirkan melalui pipa distribusi menuju diffuser di dasar kolam aerasi, menciptakan gelembung-gelembung udara yang meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air.
Kondisi operasi blower di IPAL sangatlah menantang. Blower harus bekerja secara kontinyu 24 jam setiap hari dalam lingkungan dengan kelembaban sangat tinggi, paparan uap air yang mengandung gas-gas korosif seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan amonia, serta partikel debu dan aerosol dari kolam aerasi. Kondisi ekstrem inilah yang membuat blower aerasi memerlukan perhatian khusus dalam hal perawatan dan pemeliharaan.
Filter udara adalah garda terdepan yang melindungi komponen internal blower dari partikel kontaminan. Di lingkungan IPAL, filter udara harus menyaring debu, serat, aerosol limbah, dan partikel organik yang beterbangan di udara. Seiring waktu, akumulasi partikel ini menyumbat pori-pori filter dan mengurangi aliran udara masuk.
Baca Juga : Air Flow Meter: Prinsip Kerja, Jenis dan Manfaatnya
Ketika filter tersumbat, blower harus bekerja lebih keras untuk menghisap udara, menyebabkan peningkatan beban kerja motor, overheating, dan penurunan efisiensi. Dalam jangka panjang, filter yang tidak diganti dapat menyebabkan partikel halus masuk ke dalam blower dan mengikis komponen internal seperti rotor dan casing.
Lingkungan IPAL memiliki tingkat kelembaban yang sangat tinggi, seringkali mencapai 80-95%. Uap air yang terkondensasi di dalam blower, ditambah dengan paparan gas korosif seperti H₂S dan amonia, menciptakan kondisi ideal untuk terjadinya korosi pada komponen logam.
Bagian-bagian blower yang paling rentan terhadap korosi adalah casing, rotor, shaft, bearing housing, dan baut-baut pengikat. Korosi tidak hanya merusak permukaan komponen tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran udara, ketidakseimbangan rotor, dan pada akhirnya kegagalan total blower. Korosi pada bearing dapat menyebabkan aus berlebih dan getaran abnormal yang merusak komponen lainnya.
Blower yang bekerja kontinyu menghasilkan panas yang harus dibuang dengan baik. Overheating terjadi ketika sistem pendinginan tidak bekerja optimal, ventilasi ruangan buruk, atau beban kerja blower melebihi kapasitas desain.
Suhu operasi yang terlalu tinggi menyebabkan pelumas kehilangan viskositasnya, bearing mengalami ekspansi termal berlebih, dan clearance antar komponen berubah. Kondisi ini mempercepat keausan bearing, seal, dan komponen bergerak lainnya. Overheating yang berkepanjangan dapat menyebabkan deformasi rotor dan bahkan kebakaran pada komponen elektrik.
Pelumasan yang tepat adalah kunci untuk menjaga komponen bergerak blower tetap berfungsi dengan baik. Masalah pelumasan meliputi penggunaan jenis pelumas yang tidak sesuai spesifikasi, jadwal pelumasan yang terlewat, atau jumlah pelumas yang tidak tepat (terlalu sedikit atau berlebih).
Di lingkungan IPAL, pelumas juga rentan terkontaminasi oleh uap air dan partikel, menyebabkan penurunan kualitas dan kemampuan lubrikansi. Pelumas yang terkontaminasi air akan membentuk emulsi yang tidak dapat melumasi dengan baik, mempercepat keausan bearing dan gear.
Getaran adalah indikator awal adanya masalah pada blower. Penyebab getaran berlebih antara lain ketidakseimbangan rotor akibat korosi atau penumpukan deposit, misalignment antara blower dan motor penggerak, bearing yang aus, fondasi yang tidak kokoh, atau baut-baut pengikat yang kendor.
Getaran berlebih tidak hanya merusak komponen blower itu sendiri, tetapi juga dapat merusak sistem perpipaan, struktur penyangga, dan peralatan di sekitarnya. Getaran yang dibiarkan akan menyebabkan keretakan pada komponen, kebocoran, dan kegagalan katastrofik.
Blower yang dipaksa bekerja di luar spesifikasi desain, misalnya dengan tekanan discharge yang terlalu tinggi atau flow rate melebihi kapasitas, akan mengalami beban kerja berlebih. Hal ini sering terjadi ketika diffuser tersumbat, katup discharge tidak dibuka penuh, atau sistem perpipaan mengalami penyumbatan.
Overload menyebabkan motor bekerja di atas rating arus normalnya, meningkatkan konsumsi energi, dan mempercepat keausan komponen mekanik. Dalam jangka panjang, overload dapat menyebabkan burnout motor dan kerusakan permanen pada blower.

Kunci utama mencegah kerusakan blower adalah menerapkan program perawatan preventif yang terstruktur dan konsisten. Buatlah jadwal inspeksi dan maintenance yang mencakup pemeriksaan harian, mingguan, dan bulanan.
Pemeriksaan harian meliputi pengecekan suara abnormal, getaran, suhu operasi, dan indikator tekanan. Pemeriksaan mingguan mencakup inspeksi visual filter udara, level oli, dan kebocoran. Sedangkan pemeriksaan bulanan meliputi penggantian filter, pelumasan bearing, dan pengecekan alignment.
Dokumentasikan setiap aktivitas maintenance dan catat parameter operasi blower untuk mendeteksi tren penurunan performa sejak dini. Dengan pendekatan proaktif ini, potensi kerusakan dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum menyebabkan kegagalan total.
Baca Juga : Kenapa Maintenance Berkala Vacuum Pump dan Blower Itu Wajib?
Filter udara harus diperiksa secara berkala dan dibersihkan atau diganti sesuai kondisi. Di lingkungan IPAL dengan kontaminan tinggi, filter udara umumnya perlu diganti setiap 1-3 bulan tergantung tingkat kekotoran. Gunakan filter dengan kualitas baik yang memiliki efisiensi filtrasi tinggi namun tetap memberikan pressure drop yang rendah.
Pertimbangkan penggunaan pre-filter untuk menyaring partikel kasar sebelum masuk ke main filter. Pastikan housing filter tertutup rapat dan tidak ada kebocoran yang memungkinkan udara kotor masuk tanpa melalui filter.
Pilih blower dengan material konstruksi yang tahan korosi, seperti roots blower Pedro Gil yang menggunakan material berkualitas tinggi dengan coating khusus anti-korosi. Untuk perlindungan tambahan, pastikan sistem drainase kondensat berfungsi dengan baik untuk membuang air yang terkondensasi di dalam blower.
Instalasi air trap pada saluran inlet dapat membantu memisahkan uap air sebelum masuk ke blower. Jaga ruangan blower tetap kering dengan ventilasi yang memadai dan pertimbangkan penggunaan dehumidifier jika kelembaban sangat tinggi. Lakukan inspeksi berkala terhadap tanda-tanda korosi dan aplikasikan coating anti-korosi pada area yang rentan.
Gunakan jenis pelumas yang direkomendasikan oleh pabrikan blower dengan viskositas yang sesuai untuk kondisi operasi. Buat jadwal pelumasan yang ketat dan pastikan dilaksanakan konsisten. Periksa level oli secara berkala dan ganti oli sesuai interval yang ditentukan atau lebih cepat jika oli terlihat terkontaminasi.
Untuk bearing, gunakan grease berkualitas tinggi dengan sifat tahan air dan tahan suhu tinggi. Hindari over-greasing yang dapat menyebabkan overheating pada bearing. Simpan pelumas di tempat yang bersih dan kering untuk mencegah kontaminasi sebelum digunakan.
Pastikan ruangan blower memiliki ventilasi yang memadai untuk membuang panas yang dihasilkan selama operasi. Instalasi exhaust fan atau ventilasi alami dengan bukaan yang cukup dapat membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Monitor suhu operasi blower secara berkala menggunakan thermometer atau thermal sensor.
Jika suhu operasi konsisten berada di atas normal, identifikasi penyebabnya apakah karena ventilasi buruk, beban kerja berlebih, atau masalah pelumasan. Beberapa instalasi IPAL menggunakan sistem water cooling jacket untuk blower yang bekerja pada kondisi ekstrem.
Instalasi yang tepat adalah fondasi dari operasi blower yang andal. Pastikan blower dipasang pada fondasi yang kokoh, rata, dan mampu menahan getaran. Gunakan vibration isolator atau rubber mounting untuk meredam getaran dan mencegah transmisi ke struktur bangunan.
Lakukan alignment yang presisi antara blower dan motor penggerak menggunakan alignment tool. Misalignment adalah penyebab utama getaran dan keausan bearing prematur. Pastikan semua baut pengikat dikencangkan dengan torque yang tepat dan periksa secara berkala apakah ada yang kendor.
Pasang pressure gauge pada sisi inlet dan discharge untuk memonitor tekanan operasi. Perubahan signifikan pada tekanan dapat mengindikasikan masalah seperti filter tersumbat atau penyumbatan pada sistem perpipaan. Gunakan ampere meter untuk memantau beban listrik motor, di mana kenaikan arus dapat mengindikasikan overload.
Pertimbangkan instalasi sistem monitoring otomatis dengan sensor suhu, getaran, dan tekanan yang terhubung ke panel kontrol. Sistem ini dapat memberikan alarm dini ketika parameter operasi menyimpang dari kondisi normal, memungkinkan tindakan korektif segera dilakukan.
Baca Juga : Mengapa Servis Mesin Industri Harus Ditangani Teknisi Bersertifikat?
Blower aerasi adalah komponen krusial dalam sistem IPAL yang memerlukan perhatian khusus mengingat kondisi operasi yang sangat menantang. Penyebab utama kerusakan meliputi filter udara tersumbat, korosi akibat kelembaban tinggi dan gas korosif, overheating, pelumasan yang tidak tepat, getaran berlebihan, dan beban kerja melebihi kapasitas.
Pencegahan kerusakan memerlukan pendekatan sistematis melalui program perawatan preventif yang terstruktur, perawatan filter yang konsisten, perlindungan terhadap korosi, sistem pelumasan yang optimal, manajemen suhu dan ventilasi yang baik, instalasi yang benar, serta monitoring operasional yang ketat. Investasi pada perawatan preventif akan jauh lebih ekonomis dibanding biaya perbaikan akibat kerusakan mayor atau penggantian blower.
Untuk roots blower Pedro Gil Anda yang mengalami masalah atau memerlukan servis berkala, percayakan pada Bengkel Sejati yang berlokasi di Jember. Dengan pengalaman sejak 1969, tim teknisi ahli kami siap memberikan layanan perbaikan, maintenance, dan konsultasi teknis untuk memastikan blower aerasi IPAL Anda beroperasi optimal dan tahan lama. Hubungi kami untuk solusi terpercaya bagi sistem aerasi Anda.